Tujuh tahun berlalu, begitu banyak hal yang mulai berubah. Bahkan blog yang beberapa tahun lalu mati suri, sekarang benar-benar sekarat dan tinggal menunggu mati. Yang tersisa hanya penyedia apk gratisan dan pembajak lagu yang gak mau rugi. Ngeri memang, ane yang baru keluar dari kolor ultramen, merasa goblok dan asing di zaman ini. Mungkin butuh mesin waktu agar Kembali ke masa lalu, dan menyaksikan lagi betapa sedihnya Sarah waktu Si Dul menikahi Jenab.
Beberapa
minggu yang lalu tiba-tiba aja ane ingat Kembali blog ini. Entah setan mager
mana yang meniupkan rayuan nya, yang pasti ane harus muter otak untuk mengingat
Kembali password akun ini. Maklum sekarang udah kepala tiga, isi kepala cuman kode
otp ama server selot. Untungnya ane berhasil mengingat, dan ternyata passwordnya
masih sama yaitu tanggal lahir Gatot Kaca.
Kemarin
ane blog walking ke beberapa blog kawan dimasalalu. Ternyata banyak yang sudah
menghapus blognya, entah bikin blog baru, punya platform lain, atau sekarang mulai
menulis di pelepah kurma. Entahlah, ane
gak ngerti, yang pasti ane sedih karena kehilangan sohib dan sohibah untuk
berbagi cerita dan bertukar isi kepala.
Untuk
itu ane mau coba nulis Kembali. Bukan! Bukan karena ane Berhati mulia untuk
meramaikan khazanah per-blogg-an di negeri ini. Tapi ane lagi butuh tempat
untuk mem-berak-an isi kepala yang tumpah tindih selama 7 tahun terakhir. Bagi
ane yang punya teman terbatas, apalagi diusia sekarang yang udah semakin
mengecil circle nya, blog seperti ini jadi platform yang asik untuk membuang
segala keluh kesah kehidupan yang bikin jempol kaki terbang.
Untuk
itu ane Kembali ke kampung halaman ini dan mencoba bercocok tanam Kembali agar
bumi tetap asri. Bagi ane, platform baru yang ada sekarang tidak mampu
menampung semua keresahan. Bukan karena ane gak suka, tapi karena mungkin
pemikiran ane masih nyangkut di masa lalu. Jadi itu yang bikin ane Kembali ke
rumah ini dan berusaha merapikan yang sudah disusun sebelumnya. Siapa tahu kalau
makin bagus ada yang mau beli, kebetulan ane lagi BU buat beli harga diri lu!
Ane
gak ber-ekspektasi banyak yang baca seperti dulu. Cuman ingin membuang segala
keresahan dan menjadikan blog ini sebagai galeri pribadi yang bisa di baca
suatu hari nanti, Ketika ane udah punya anak & cucu.
Oh iyaa
ngomongin soal anak, ane sekarang udah banyak anak, tapi belum punya bini.
Bukan! Bukan karena ane nyulik anak orang, tapi anak ane bukan orang. Ane
sekarang sering nebar benih dan Ketika udah jadi, ane rawat, ane besarin dengan
hati, dan kalo gede ane jual. Jangan salah sangka yaa, ane bukan mucikari! Ane sekarang
seorang petani. Karena bagi petani tanaman itu ibarat anak.
Oalah jadi bahas kemana-mana yaa….
Sebelum
ane akhiri tulisan ini, ane mau spill apa saja yang udah ane lakuin selama 7
tahun terakhir. Setelah masa-masa galau darurat di awal 2015, kehidupan ane
benar-benar kaya roller coaster. Naik turunnya cepet banget, ampe ane
sering lupa kejadian apa saja yang udah ane lewatin. Untuk itu ane mau coba
tulis semua cerita itu di blog ini. Dijamin lebih seru dan lebih merangsang
daripada tulisan ane sebelumnya. Gimana engga coba, pengalaman ane selama 7
tahun terakhir itu cukup membuat komedo rontok.
Dimulai dari terpilih
sebagai Ketua Panitia Agustusan, diterima kerja diperusahan percetakan, jatuh bangun
ngerintis usaha sampe sukses bangkrut, mantan yang tiba-tiba muncul dan
curhat masalah rumah tangganya, perjodohan yang gagal, sampai cerita ane yang
deket dengan beberapa cewek tapi sad ending. Menarik Bukan!?
Soo.. Kasih jalan untuk pria
tampan yang mirip jamban ini. Biarkan kapal lepas landas dan terbang mengudara Kembali.
Adios! Permios! Sampai bertemu ditulisan terbaru ane setiap minggu yaa. Chaw!
Welcome back, Bang di dunia perdukunan eh perblogan 😆 mari ramaikan kembali dunia ini. Saya juga cukup banyak kehilangan teman2 blogger yang dulu.. yang menulis hanya sekedar curhat dan semacamnya. Sekarang mungkin karena faktor usia dan tuntutan hidup, menulis jadi malas kalau ga dibayar (hadeh.. ketahuan) mager parah 😂
BalasHapusYuks semangat lagi nge-blog.